Postingan

Mengenal Sejarah Bus Legendaris "Djangkar Bumi", Transportasi Warga Gunung Kidul Dan Sekitarnya

Jakarta - Wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal memiliki medan jalan yang penuh tanjakan dan tikungan. Apalagi lokasinya yang sebagian besar berada di daerah perbukitan membuat kondisi itu tak dapat terhindarkan. Namun hal itu tak menjadi halangan bagi perusahaan bus "Djangkar Bumi". Dengan berbagai pertimbangan itu, pada tahun 1968 mereka membuka layanan transportasi umum untuk masyarakat Gunungkidul dan sekitarnya. Jadi perintis transportasi umum di Gunungkidul, layanan bus "Djangkar Bumi" mampu berjalan melintasi arus zaman dan dapat bertahan hingga kini. Berikut kisah selengkapnya: Awalnya Menggunakan Truk Menurut Bowo Prantoyo, anak tertua pendiri perusahaan Djangkar Bumi, (alm) Sugiyanto, dulu ayahnya merupakan seorang sopir. Pada tahun 1955/56, Sugiyanto kemudian membeli Truk Ford keluaran tahun 1953. Melansir dari Busnesia.com, dengan angkutan tersebut dia membuka layanan jasa angkutan barang arang kayu serta has...

Mengetahui Ceng Beng, Sebuah Tradisi Ziarah kubur Etnis Tionghoa Untuk Menghormati Leluhur

Jakarta - Masyarakat Tionghoa memiliki banyak tradisi yang masih dilakukan hingga sekarang. Selain Imlek, masyarakat Tionghoa juga memiliki tradisi ziarah kubur yang biasa dilakukan setiap tanggal 4 atau 5 April. Tradisi Ceng Beng atau sembahyang kubur merupakan salah satu tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa. Tradisi ini merupakan perwujudan sikap masyarakat Tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leluhurnya. Lalu, apa tradisi ini dan bagaimana sejarahnya? Yuk, simak ulasan berikut. Mengutip berbagai sumber, tradisi Ceng Beng atau yang juga dikenal dengan Festival Qing Ming ini diperkirakan bermula sejak zaman Kekaisaran Zhu Yuan Zhang, pendiri Dinasti Ming. Zhang saat itu berasal dari keluarga yang sangat miskin. Karena itu, ketika membesarkan dan mendidik Zhu Yuan Zhang, orangtuanya meminta bantuan kepada sebuah kuil. Saat beranjak dewasa, Zhu Yuan Zhang memutuskan untuk bergabung dengan pemberontakan Sorban Merah, sebuah kelompok pemberontakan anti-Dinasti Y...

Asal-usul Pulau kalimantan Dinamai Borneo, Beriikut Penjelasannya

Jakarta - Kalimantan merupakan salah satu kepulauan di Indonesia yang memiliki banyak destinasi, budaya, plants, fauna, dan keunikan lainnya. Siapa yang tidak mengenal Pulau Kalimantan? Selain menjadi salah satu dari 5 pulau terbesar di Indonesia, Kalimantan merupakan pulau terbesar nomor tiga di dunia! Masyarakat dunia khususnya mereka yang disebut kaum 'bule' juga banyak yang mengenal Kalimantan, namun dengan penyebutan nama Borneo Lantas, mengapa Kalimantan disebut sebagai Borneo dan bagaimana asal usul dari penamaan Kalimantan terhadap pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa tersebut? Simak Ulasannya Sebagai Berikut. Sejarah Penyebutan Borneo Berbagai sumber dan literatur menyebutkan terdapat beberapa alasan mengapa Kalimantan disebut oleh orang luar dengan sebutan nama Borneo. Pertama adalah pendapat yang didasarkan pada banyaknya tumbuhan penghasil bahan baku minyak wangi dan antiseptik yakni Pohon Borneol, yang memiliki nama latin Dryobalanops ...

Mengenali Budaya Tari Piring Dari Minangkabau, Sebuah Tarian Untuk Mengucap Kepada Dewa

Jakarta - Tari Piring merupakan tari tradisional yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Seperti namanya, tarian ini menggunakan piring sebagai properti. Dilansir dari jurnal berjudul Tari Piring di Pandai Sikek, Sebuah Tinjauan Pewarisan karya Wirma Surya, hampir seluruh wilayah dataran tinggi Sumatera Barat memiliki Tari Piring "Tari Piring ini hampir sama pola dan gaya gerak, namun ada beberapa perbedaan yang menggambarkan karakteristik lingkungan masyarakat tempat Tari Piring itu berasal,"tulis Surya.   Sejarah Tari Piring Dilansir dari Tari-tarian Tradisional Nusantara karya Indrawati, Tari Piring dipercaya telah ada di Kepulauan Melayu lebih dari 800 tahun yang lalu. Tarian ini telah muncul di Sumatera Barat dan berkembang hingga ke zaman Sriwijaya. Keberhasilan Majapahit dalam menaklukkan Sriwijaya membuat tari ini berkembang hingga ke negeri-negeri Melayu. Orang-orang Sriwijaya yang melarikan diri ke berbagai tempat membuat tarian ini akhirnya men...

Mengenal Weton Jawa, Suatu Hal Yang Penting Untuk Mengetahui Karakter Dan Perjodohan Seseorang

Jakarta - Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, mengetahui weton merupakan salah satu hal penting lantaran berhubungan dengan karakter seseorang, serta perjodohan. Filolog dan Konsultan Pawukon di Gallery Radya Pustaka Surakarta Totok Yasmiran mengatakan bahwa weton berasal dari kata wetu atau keluar yang mendapat akhiran an, sehingga menjadi wetuan. "Fonim u dan a tersebut mengalami persandian atau luluh, lalu menjadi weton yang berarti kelahiran. Jadi, weton adalah penanda hari kelahiran seseorang,"jelas dia Minggu (29/8/2021). Totok mencontohkan, jika seseorang lahir pada 14 November 1993, maka wetonnya adalah Ahad Wage. Artinya, dia lahir pada hari Minggu dengan pancawara (nama hari dalam budaya Jawa) Wage. Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa untuk mengetahui weton, seseorang harus menggunakan kalender Jawa.   Sejarah munculnya kalender Jawa untuk hitung weton Totok menuturkan, kalender Jawa yang digunakan dalam penghitungan weton tidak bisa dilepas dari ...

Kisah Ikonis Sneakers Berwarna Putih yang suka di Kenakan Oleh Anggota Taliban

Jakarta -  Sejak lama, style punya peran penting daripada sekadar urusan penampilan. Dalam berbagai momen, style seringkali dijadikan sebagai cara untuk menyampaikan pesan. Kamala Harris misalnya, selama masa kampanye bersama Joe Biden, ia konsisten tampil mengenakan setelan sports jacket berbagai warna dan theme gelap yang dipadukan dengan atasan polos. Ia lalu memadukan busananya dengan pump heels atau sneakers. Menurut pakar image professional, Joseph Rosenfeld, gaya berbusana tersebut merupakan strategi yang bagus. Kamala berusaha menyampaikan pesan bahwa ia adalah sosok yang bersahabat dan cepat tanggap dalam melakukan pekerjaan. Ternyata konsep fashion sebagai penyambung pesan ini juga dimanfaatkan oleh kelompok Taliban yang sekarang menguasai Afghanistan. Dalam beberapa foto, tampak pasukan Taliban mengenakan pakaian khas seperti busana Muslim, celana, rompi, dan sorban dengan warna dan model yang beragam. Dari penampilan tersebut, ada satu yang cukup seragam dikenakan dan m...

Mengetahui Sosok Rusmina, Pahlawan Wanita Yang Meminum Darah Saat Melawan Penjajah Belanda

Jakarta - Nenek Rusmina merupakan satu dari sekian pejuang kemerdekaan yang namanya selalu terkenang. Pahlawan kelahiran Cirebon 22 Agustus 1916 ini berani mengambil peran di pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1947. Pada masa itu, masih banyak serangan dari kolonial walau Indonesia sudah merdeka dua tahun. Salah satu aksi heroik Rusmina adalah meminum darah untuk mengusir tentara Belanda. Berikut kisah Nenek Rusmina, perempuan pejuang yang berani turun langsung mengusir penjajah.   Berani Jadi Tentara Saat Usianya Masih Belia Rusmina sudah memiliki semangat perjuangan sejak usia belia. Diketahui saat Merdeka menyambanginya di Panti Jompo Tresna Werdha Teratai Palembang, beberapa waktu lalu. Rusmina mengaku merasa geram saat melihat tentara penjajah yang pernah menguasai negaranya. Ia tak rela Indonesia dipecah belah, hingga semangatnya berkobar untuk membunuh mereka dengan melamar menjadi tentara di usia 19 tahun. "Waktu it...